flash

Minggu, 09 Februari 2014

CINTANYA RASULULLAH TERHADAP UMAT UMATNYA




Assalamualaikum Wr. Wb
Sobat, kali ini saya akan menceritakan suatu kisah bagaimana besarnya cinta Rasulullah SAW kepada kita
Simak ceritanya nya ya sobat,

Hayo, Siapa yang tidak tahu jembatan shiratal mustaqim?
Hampir dipastikan umat muslim
mengetahui cerita “keangkeran jembatan
tersebut”. Bagaimana tidak angker, kalau di
bawah jembatan tersebut terdapat neraka
yang sangat panas.


Dalam keyakinan umat muslim, semua manusia
akan melewati jembatan tersebut setelah
kiamat kelak. Tidak ada orang yang bisa
selamat melewati jembatan tersebut kecuali
dengan amal baiknya. Shiratal mustaqim sangat kecil dan
digambarkan bagai sehelai rambut.

Cerita yang mungkin baru kita
dengar adalah ternyata di bawah jembatan itu
ada seorang manusia yang sangat mulia yaitu
Nabi Muhammad SAW. Apakah Nabi tidak bisa
melewati jembatan tersebut sehingga terjatuh
ke dalam neraka?


Cerita ini diperoleh dari keterangan seorang
peceramah pada acara maulid Nabi di daerah
Condet Balekambang Jakarta Timur.
Penceramah bercerita, pada suatu ketika
Aisyah, istri Rasulullah, bertanya kepada
rasulullah dengan air mata menetes, “ya
Rasulullah dimana kami dapat menjumpaimu
kelak di akhirat?” Rasullalah pun menjawab
dengan tenang “Aku dapat dijumpai di bawah
jembatan shiratal mustaqim” beliau melanjutkan
“jika aku tidak ada disana, cari aku di tempat
timbangan amal baik buruk manusia”.


Aisyah pun mengeryitkan dahinya seraya
bertanya “mengapa Rasulullah ada di kedua
tempat tersebut?” Rasulullah pun menjelaskan,
umatku akan melewati jembatan shiratal
mustaqim dan banyak yang tidak bisa
melewatinya sehingga terjatuh ke dalam api
neraka, meskipun aku sudah melarang untuk
jatuh tetapi mereka banyak yang berjatuhan.


Aku tidak bisa membiarkan mereka terpanggang panasnya api neraka, aku meraih mereka satu persatu untuk menolongnya.” Aisyah mendapat penjelasan Rasulullah seperti
itu semakin tak tahan air matanya keluar,
begitu besar kecintaan dan kepedulian
Rasulullah kepada ummatnya.

Aisyah pun bertanya lagi, lalu mengapa Rasulullah berada pada tempat timbangan amal baik buruk
manusia? Rasulullah pun melanjutkan
penjelasannya. “Aku berada di tempat itu
untuk melihat timbangan amal baik-buruk
umatku, jika ada umatku yang timbangan amal
buruknya lebih berat ketimbang amal baiknya,
aku akan menyimpan kartu di timbangan amal
baiknya hingga amal baiknya lebih berat”.


Mendengar penjelasan Rasulullah tersebut,
Aisyah secara kritis bertanya “apa yang
Rasulallah tambahkan dalam timbangan amal
baik umat tersebut?”. Rasulullah pun kembali
menjelaskan “aku menambahkan apa yang telah
umatku lakukan yaitu mengucapkan shalawat
kepadaku. Apa yang mereka ucapkan aku
kembalikan kepada mereka”.

Subhanallah, sebegitu besarnyakah cintanya Nabi kita kepada kita???
Ayo sobat, yang sudah tahu cerita ini harus semakin cinta Rasulullah ya :)
ALLAHUAKBAR!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar